Rabu, 19 Maret 2014

SEKILAS TENTANG CAKRA BHAYANGKARA



Pendahuluan
                               
                Kota Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pembangunan yang cukup pesat, dengan penduduk yang hetrogen/terdiri dari berbagai suku dan kepercayaan.

                Seperti daerah lain di Indonesia, kota Samarinda berkembang sangat dinamis, kita selaku warga masyarakat terpanggil untuk berperan serta aktif dalam mencermati dinamika pembangunan dengan segala ekses yang ditimbulkan. Kemajemukan dan perbedaan bahasa serta adat istiadat yang ada sangat berpotensi untuk menimbulkan hal yang positif juga dapat menimbulkan hal yang negatif.

                Hal-hal yang demikian menjadi pemicu suasana yang tidak harmonis, tidak kondusif dan tidak bersahabat, maka CAKRA BHAYANGKARA terbentuk untuk membantu dan berperan aktif dalam penegakan supermasi hukum ditengah masyarakat, sehingga suasana kondusif dan bersahabat dapat diwujudkan.


I.  Sejarah Singkat.

                CAKRA BHAYANGKARA terinspirasi dari keinginan sebagai jembatan masyarakat dengan penegak dan pelindung keadilan dalam aktifitas kesehariannya, pada tanggal 12 maret 2008 bersepakat untuk membentuk kelompok yang bertujuan sebagai MITRA POLRI sebagai pelaksana KAMTIBMAS serta BINMAS. Dalam bentuknya kelompok tersebut menamakan dirinya SIAGA BHAYANGKARA.

                SIAGA BHAYANGKARA dalam tugas-tugasnya selalu mendapat arahan dan bimbingan dari BINA MITRA POLTABES SAMARINDA yang akhirnya pada hari SELASA tanggal 4 November 2008 merubah nama menjadi CAKRA BHAYANGKARA dan dikukuhkan dengan pembuatan ijin organisasi dengan AKTE Pendirian No. 10 tanggal 18 November 2008.

II.   Dasar terbentuknya CAKRA BHAYANGKARA
a.     Keinginan bersama menjaga kemajemukan dan perbedaan untuk mengembalikan Kota besar Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur yang tumbuh dan berkembang sesuai kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

b.     Keinginan bersama untuk mewujudkan suasana kondusif dan bersahabat dalam pelaksanaan penegakan sistem pengamanan dan penanggulangan setiap kejadian

c.     Akte Pendirian Nomor 10 tanggal 18 November 2008.


III.  Sifat dan Tujuan CAKRA BHAYANGKARA :
a.     Sifat :
        CAKRA BHAYANGKARA bersifat aktif, reaktif dan komunikatif serta bersifat umum tidak memihak/berpihak

b.     Tujuan :
        CAKRA BHAYANGKARA menjadi penghubung, perekat antara Masyarakat dengan Pemerintah serta Aparat Hukum, sehingga dapat terciptanya masyarakat yang tertib hukum dengan menyamakan pola pikir dan pola sikap.

IV.  Tugas Pokok  CAKRA BHAYANGKARA :
a.     Sebagai kelompok peduli dan pemberi informasi sesuai aktual kejadian kepada pelaksana, penanggulang dan penegak hukum.

b.     Menjadi kelompok yang membantu untuk melaksanakan kegiatan Sosial Kemasyarakatan dan ketertiban baik yang direncanakan maupun yang bersifat dadakan.

c.     Menjadi kelompok penengah, pendingin, agar tercipta suasana kondusif dan bersahabat.

V.   Wilayah Operasi dan Sasaran
1.        Wilayah Operasi
        Seluruh wilayah yang ada dikota besar Samarinda khususnya, Kalimantan dan Indonesia pada umumnya.



2.     Sasaran
        Instalasi pendidikan, instalasi kesehatan, wilayah pemukiman, pertokoan, perkantoran, instalasi usaha pemerintah, wilayah usaha daerah, wilayah perkebunan, wilayah kehutanan, wilayah pertambangan, wilayah perairan dan lingkungan masyarakat.

VI.  Kiat–Kiat  dan Tujuan Akhir
a.     Kiat Penanggulangannya dengan cara, melaksanakan ;
        -   Diklat
        -   Seminar
            -   Penyuluhan(Pelajar/Mahasiswa/Masyarakat)
            -   Pendekatan Kepada Pimpinan wilayah setingkat Rukun Tetangga (RT).
        -   Monitoring melalui komunikasi aktif
            -   Melaksanakan kegiatan sosial penanggulangan Bencana.

b.     Tujuan Akhir
            -   Masyarakat yang berwawasan maju namun bersahabat
            -   Masyarakat yang patuh, tertib pada aturan/hukum
            -   Masyarakat yang bersahabat, dan beradab

            -   Lingkungan yang nyaman, kondusif dan bersahabat.

FILOSOFI “ CAKRA BHAYANGKARA “









- FILOSOFI “ CAKRA  BHAYANGKARA “

CAKRA                 :    adalah SENJATA yang dimilki DEWA KRISNA, untuk mengatasi       permasalahan.

BHAYANGKARA   :   digambarkan sebagai DEWA KRISNA yang selalu penuh dengan    STRATEGI, ADIL dan BIJAKSANA dalam menyelesaikan                permasalahan.



PENJELASAN TENTANG :

C     :  Cekatan serta Cakap dalam Menangani Permasalahan.

A     :  Aktif serta Komunikatif dengan Masyarakat, Aparat dan sesama Anggota

K    :   Konsisten dan Tegas dalam Menjalankan Kewajiban

R    :   Rasional Menilai dan Kreatif Mencari Jalan Keluar dalam Menangani Permasalahan

A     :  Adil serta Bijaksana dalam Mengambil Keputusan