A.
PENGERTIAN – PENGERTIAN
1.
Komunikasi.
Pengiriman / penerimaan pesan / berita dengan perantara audio, visual, radio
maupun alat elektronika lainnya.
2.
Elektronika.
Suatu bidang iptek yang berhubungan dengan penerapan GEM serta pemanfaatan
dan pengamanannya.
3.
Komunikasi dan
Elektronika.
Suatu bidang yang mencakup kecabangan, alat peralatan, sistem dan kegiatan
yang berhubungan dengan Bin lak dal thd segala sesuatu yang menyangkut bidang
komlek secara manunggal.
4.
Sistem
komunikasi.
Suatu tatanan dari alat peralatan, perlengkapan keterampilan, teknik dan
prosedur di bidang komunikasi yang diperlukan untuk mempertahankan dan menjamin
berlanjutnya kodal operasi, dan kegiatan organisasi.
5.
Sistem
komunikasi dibagi 4 macam :
a.
Sistem
komunikasi Markas (Siskoma)
b.
Sistem
komunikasi Wilayah (Siskomwil)
c.
Sistem
komunikasi Operasi (Siskomops)
d.
Sistem
komunikasi Khusus (Siskomsus)
B.
SARANA KOMUNIKASI
Sarana komunikasi dibagi menjadi 4 maca yaitu :
1.
Caraka.
2.
Posmil ( Pospol
)
3.
Telekomunikasi.
4.
Email /
Internet
Sarana telekomunikasi dibagi 4 macam yaitu :
a)
Listrik.
1)
Telepon / kawat
2)
Telegrafi
3)
Telex
4)
Radio ( Base
Station / HT )
5)
Facsimile
b)
Optic / Visual.
Contoh :
-
Isarat lampu
-
Asap
-
Isarat tangan
-
Dll
c)
Audio / Suara.
-
Sirine, peluit,
kentongan, pengeras suara, dll.
d)
Binatang yang
terlatih.
C.
CARA BERBICARA MELALUI SARANA KOMUNIKASI ( Radio/Tlp )
1.
Cara bicara
melalui tlp maupun radio memerlukan teknik tersendiri dengan tujuan :
a.
Membuat
kesan yang baik terhadap orang yang diajak bicara.
b.
Tidak
timbul kesalah pengertian terhadap isi pembicaraan.
c.
Pembicaraan
dapat berlangsung lancar dan cepat.
2.
Cara berbicara
berpedoman pada istilah S I K I T
yaitu :
a.
Sopan santun :
Berbicara dengan cara sopan, tanpa mengurangi kejelasan dan ketegasan.
b.
Irama :
Bagilah kalimat agar mudah diterima dan menghindari salah tafsir.
c.
Kecepatan.
Berbicaralah dengan kecepatan sedang.
d.
Isi suara.
Suara lebih
kuat sedikit tapi tidak teriak.
e.
Tinggi
nada.
Nada yang tinggi akan lebih jelas terdengar.
3.
Abjad Ponetik
Nasional
A = Ambon J = Jepara S = Solo
B = Bandung K = Kendal / Kupang T = Tegal
C = Cepu L = Lombok U = Umar
D = Demak M = Medan V = Victor
E = Ende N = Namlea W = Wisky
F = Flores O = Opak X = X-Ray
G = Garut P = Pati Y = Yani
H = Halong Q = Quebeck Z = Zainal
I = Irian R = Rembang
4.
Tanda-Tanda
a.
Tanda
baca seperti : , . ;
Misal , :
Tanda baca koma
b.
Tanda
tanda istimewa. ( Spt - / ( + ) dll.
Misal / :
Tanda garis miring
c.
Angka
– angka
1)
Tiap
menyebut bilangan harus didahului dengan istilah “ ANGKA-ANGKA ”
2)
Sesudah
itu mengucapkan angka yang dimaksud sbb ;
O = Nol
2 = Dua
100 = Satu Ratusan
07.00 = Nol
Tujuh Ratus
14.000 = Satu
Empat Ribu dll.
5.
Cara
Mengeja.
a.
Dalam
mengirim dan menerima kata-kata yang sulit maka perlu diadakan pengejaan.
b.
Sebelum mengeja
suatu kata harus didahului dengan istilah “ SAYA-EJA”
Contoh :
·
SUARS, = SUARS
saya eja SOLO UMAR AMBON REMBANG SOLO.
·
Kelompok
Campuran
41 BC – 7/II 2000 = angka-angka
EMPAT SATU huruf huruf BANDUNG CEPU tanda GARIS DATAR angka angka TUJUH tanda
GARIS MIRING angka-angka ROMAWI DUA angka-angka DUA RIBU.
339,2 TTK HBS = angka-angka TIGA TIGA SEMBILAN tanda KOMA angka
angka DUA huruf-huruf TEGAL TEGAL KUPANG huruf-huruf HALONG BANDUNG SOLO.
D.
CARA BERBICARA MELALUI RADIO
1.
Cara berbiara
melalui Radio dilaksanakan secara bergantian (simplex) dengan pedoman pada :
Kecepatan yang sedang, irama teratur, volume suara yang lebih kuat tapi tidak
teriak, singkat dan jelas.
2.
Call
Sign adalah nama panggilan untuk station radio dapat berupa ;
·
Nama
Benda
·
Kelompok
Huruf / Kelompok Angka
·
Kelompok
Gabungan
Contoh :
Gajah 51, Cemara 2, Pinang 10 dll.
3.
Menyelengggarakan
hubungan melalui radio.
a.
Panggilan
Call Sign radio lawan kemudian sebutkan Call Sign station sendiri.
b.
Bila
dijawab oleh station lawan maka hubungan dapat dilaksanaka dan berita dapat
disampaikan dengan berpedoman pada ketentuan diatas.
c.
Setelah
pertukaran berita selesai masing-masing operator melakukan pengecekan ulang
terhadap berita yang dipertukarkan.
d. Catatan :
Setiap akhir kalimat atau kata dalam pengiriman berita harus selalu diakhiri
dengan menyebut kata “GANTI”
E.
BERBICARA
MELALUI TELEPON
1.
Tempatkan telepon
pada sebelah kiri meja kerja
2.
Perlenkapan
didekat telepon :
a.
Daftar nomor
telepon dinas dan telepon perumtel.
b.
Buku
/ Kertas untuk mencatat hal-hal yang penting.
3.
Cara membuka
hubungan melalui telepon.
a.
Pembukaan
: + Selamat Pagi/Siang/Malam, apakah
disini nomor xxx rumah
kediaman
………… ?
b.
Isi : ….. (utarakan isi/maksud diadakannya pembicaraan melalui
telpon tersebut
dengan berpedoman pada sopan, singkat,
jelas dan
tegas).
c.
Penutup : …..
(sampaikan ucapan terima kasih)
4.
Cara
menerima telpon.
a.
Apabila
telepon berdering angkatlah hand set dengan tangan kiri.
b.
Pembukaan : + Selamat
Pagi/siang/malam, xxxxxx penjagaan SPN Smd
(No.tlp/Kantor) dengan siswa……(nama penerima tlp).
Maaaf
dengan siapa saya berbicara ¿
-
Ini dari ........ Maksudnya..... dst.
c.
Isi : + Catat bila ada pesan / berita yang penting sebagai
Laporan
untuk disampaikan kepada ybs.
-
Akan
saya ulangi beritanya…… bagaiman ?
+ ……… (jawab
bila beritanya sudah cocok)
+ Terima
kasih dan selamat siang.